Redeem point now, choose your reward!
Joyful Bundling December.
Purchase Offline & Win A Trip to Korea!
ImageSource:

Macam-Macam Olahraga Lari, Temukan Gaya yang Paling Cocok untukmu!

AuthorCreative Team Seolmi
CategorySport
Share this via

Macam-Macam Olahraga Lari, Temukan Gaya yang Paling Cocok untukmu!

Lari mungkin terlihat sederhana, tinggal kenakan sepatu dan mulai melangkah. Tapi di balik itu, sebenarnya ada bermacam-macam jenis olahraga lari yang bisa kamu sesuaikan dengan tujuan, kondisi tubuh, dan gaya hidupmu. Ada yang fokus membangun stamina, ada pula yang bertujuan menurunkan berat badan atau sekadar menjaga kebugaran. Apa saja itu? Yuk, pelajari jenis-jenisnya di artikel ini!

Macam-macam Olahraga Lari

Memahami perbedaan setiap jenis lari membantu kamu menemukan ritme terbaik, menghindari cedera, dan membuat olahraga terasa lebih menyenangkan. Yuk, kenali satu per satu!

1. Jogging: Awal yang Paling Ramah untuk Pemula

Jogging adalah jenis lari dengan kecepatan ringan dan stabil. Cocok untuk siapa pun yang ingin mulai aktif tanpa terlalu membebani sendi dan otot. Biasanya dilakukan selama 20โ€“40 menit, jogging membantu meningkatkan kebugaran jantung, memperkuat otot kaki, dan membakar kalori secara bertahap.

Lakukan jogging 3โ€“4 kali seminggu di pagi atau sore hari. Gunakan sepatu dengan bantalan empuk dan jangan lupa tetap terhidrasi, ya!

2. Sprint: Latihan Kecepatan untuk Bakar Kalori Lebih Cepat

Sprint adalah lari jarak pendek dengan kecepatan maksimal. Olahraga ini melatih kekuatan otot, koordinasi, dan meningkatkan metabolisme tubuh dalam waktu singkat. Biasanya dilakukan dalam durasi 10โ€“60 detik per set, diselingi waktu istirahat singkat.

Sprint mampu membakar kalori hingga dua kali lebih banyak dibanding jogging dalam durasi yang sama, serta membantu membentuk otot tubuh bagian bawah.

3. Long Run: Melatih Daya Tahan dan Mental

Seperti namanya, long run dilakukan dengan jarak yang lebih jauhโ€”biasanya di atas 10 km. Tujuan utamanya bukan kecepatan, melainkan ketahanan tubuh dan pengendalian ritme napas.

Jenis ini sangat disukai pelari jarak jauh atau mereka yang sedang mempersiapkan diri mengikuti lomba seperti half marathon atau marathon.

Long run memerlukan persiapan nutrisi dan hidrasi yang baik. Pastikan tubuh tetap terisi cairan dan elektrolit agar tidak kelelahan di tengah jalan.

4. Interval Run: Kombinasi Kecepatan dan Ketahanan

Interval run adalah latihan yang menggabungkan lari cepat dan lari lambat secara bergantian. Contohnya, berlari cepat selama 1 menit lalu jogging ringan selama 2 menit. Metode ini efektif meningkatkan VO2 max (kemampuan tubuh menyerap oksigen) dan memperkuat sistem kardiovaskular.

Interval run cocok bagi kamu yang ingin meningkatkan performa tanpa harus selalu berlari jarak jauh.

5. Trail Run: Menyatu dengan Alam

Berbeda dengan lari di jalan aspal, trail run dilakukan di jalur alami seperti hutan, perbukitan, atau pegunungan. Permukaannya yang bervariasiโ€”tanah, bebatuan, hingga tanjakanโ€” membuat tubuh bekerja lebih keras menjaga keseimbangan. Trail run menantang, tapi sekaligus menyegarkan pikiran. Cocok buat kamu yang bosan dengan rute lari perkotaan dan ingin menikmati udara segar.

Selain membakar kalori lebih banyak, trail run juga melatih otot stabilizer dan meningkatkan fokus mental.

6. Fun Run: Lari Sambil Bersosialisasi

Buat kamu yang mencari suasana ringan, fun run bisa jadi pilihan. Biasanya berupa event 3Kโ€“5K dengan tema tertentu seperti color run atau charity run. Tujuan utamanya bukan kompetisi, melainkan kebersamaan dan kesenangan. Banyak peserta datang bersama teman, keluarga, atau komunitas untuk menikmati momen positif bersama.

Fun run juga bisa jadi pintu masuk mengenal komunitas lari lokalโ€”tempat kamu bisa berbagi semangat dan motivasi untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

7. Tempo Run: Menantang Diri Naik Level

Tempo run dilakukan dengan kecepatan sedang menuju cepat, di mana kamu masih bisa berbicara singkat tapi sudah mulai kehabisan napas.

Latihan ini bertujuan meningkatkan ambang laktat, yaitu kemampuan tubuh menahan rasa lelah saat berlari. Dengan rutin melakukannya, kamu akan lebih kuat dan efisien saat menempuh jarak yang lebih jauh.

Tetap Terhidrasi di Setiap Jenis Lari dengan Seolmi Electrolyte+

Apa pun jenis lari yang kamu pilih, ada satu hal penting yang tak boleh diabaikan, yaitu hidrasi tubuh! Saat tubuh kehilangan cairan dan mineral penting, performa bakal menurun, otot mudah kram, dan fokus pun berkurang.

Karena itu, Seolmi Electrolyte+ hadir untuk bantu menjaga keseimbangan cairan tubuhmu. Dengan kandungan elektrolit seimbang, vitamin, dan rasa yang menyegarkan, minuman ini membantu mengganti cairan tubuh yang hilang tanpa tambahan gula berlebih.


Nikmati setiap langkah, dari jogging santai hingga trail run paling menantang dengan energi stabil dan tubuh yang tetap segar!